Selasa, 28 Juni 2011

Penggunaan Green Botane pada Tanaman HTI

Kegiatan penanaman kembali atau rehabilitasi hutan maupun gerakan penghijauan kota merupakan satu hal yang mutlak diperlukan dalam mempertahankan keragaman serta fungsi hutan dan kelestarian lingkungan secara umum.
Untuk merealisasikan hal tersebut maka pemerintah juga telah berupaya untuk menghijaukan kembali hutan-hutan yang telah rusak seperti Gerakan reboisasi hutan dan lahan maupun penanaman pohon di Daerah aliran sungai dan program program terbaru lainnya.
Rehabilitasi Hutan dan Lahan bukan berarti hanya melakukan kembali penanaman jenis pohon tanpa diikuti pemeliharaan. Untuk pemeliharaan tanaman tersebut salah satu sarana yang dibutuhkan adalah pupuk.
Penggunaan pupuk dalam hal ini khususnya menyangkut perbaikan lahan serta menciptakan keseimbangan ekologi lingkungan maka sangatlah wajar jika pupuk yang digunakan juga adalah pupuk yang dibuat dari daur ulang limbah alam seperti pupuk kandang, pupuk hayati, maupun pupuk kompos.
Dalam melakukan penanaman bibit penggunaan pupuk alami ataupun pupuk organik jauh lebih baik jika dibanding dengan penggunaan pupuk kimia terutama untuk pertumbuhan maupun daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit setelah dipindah tanam ke lapangan.
Pupuk Organik OST GREEN BOTANE merupakan salah satu jenis pupuk organik yang diolah dari sampah kota seperti sampah pasar maupun sampah limbah rumah tangga yang diproses secara pabrikan di daerah TPST Bantar Gebang, Bekasi oleh PT. Godang Tua Jaya Farming.

Pupuk Organik Green Botane
Pupuk Organik Granul Green Botane merupakan suatu produk bioteknologi yang dikeluarkan oleh PT. Godang Tua Jaya Farming,merupakan pupuk hayati yang diformulasi secara khusus mengandung konsentrat berbagai jenis bahan organik dan humus aktif yang diperkaya dengan berbagai jenis mikroba seperti penambat N non-simbiotik (Alcaliginus sp, Azotobacter sp, Azospirilium sp ),mikroba pelarut fosfat (Aspergilus sp). Bahan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kondisi perakaran tanaman. Pupuk organik OST Green Botane bekerja secara alami meningkatkan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik ini tidak saja menstimulasi proses biologi dalam tanah untuk mendapatkan mineral tapi juga dapat meningkatkan agregasi tanah menjadikan top-soil lebih stabil, menambah aerasi tanah sehingga penggunaan pupuk an-organik menjadi lebih efisien.
Penggunaan Green Botane pada pembibitan
Siapkan polybag ukuran 10 x 12 yang akan diisi dengan media tanam
Campuran media tanam berupa tanah top soil, pasir dengan perbandingan 3 : 1 kemudian tambahkan Pupuk organik Green Botane dengan dosis 20 gram per polybag
Media tanam yang telah diaduk siap dimasukkan ke dalam polybag
Seminggu setelah persiapan media tanam, benih sudah bisa ditanam.
Penggunaan Green Botane pada penanaman
Lakukan persiapan titik-titik penanaman pohon
Pembuatan lobang tanam dengan diameter lobang ± 5 cm dengan kedalaman ± 10 cm
Bibit yang telah di distribusikan ke lapangan siap untuk ditanam dengan terlebih dahulu menyobek polybag kemudian memasukkan ke dalam lobang tanam.
Kemudian lobang ditutup dengan tanah penutup dan taburkan Pupuk organik Green Botane dengan dosis 50 gram per pohon. Pemberian diberikan 2 kali setahun
Penggunaan Green Botane pada pemeliharaan
Lakukan penyiraman minimal sekali seminggu jika hujan tidak turun
Bisa diberikan pupuk NPK secukupnya 2 kali setahun
Lakukan pemberian pupuk organik Green Botane dengan dosis 200 gram per pohon sekali 6 bulan
Untuk tanaman yang mati akibat faktor lingkungan silahkan dilakukan penyisipan tanaman
Selengkapnya...

Rabu, 13 April 2011

BEBERAPA PENYAKIT PADA TANAMAN PADI

Penyakit busuk akar
Penyakit busuk akar pada tanaman padi mempunyai gejala utama berupa daun menguning dan coklat gelap pada anakan yang rusak. Infeksi dapat dimulai saat tanaman masih muda. Sebagai fase awal gejala yang timbul berupa busuknya pelepah daun dan berubah menjadi coklat. Bercak cepat menyebar kebawah pada buku-buku dan batang. Tangkai menjadi lunak dan busuk mengeluarkan bau yang tidak enak.
Pada gejala lanjut banyak tanaman padi yang rusak sehingga seluruh tanaman rebah dan mudah dicabut. Busuk akar biasanya ditemukan sejak fase anakan maksimum sampai fase produksi, tetapi pada lahan sawah yang terserang banjir/ selalu tergenang kerusakan dapat terjadi dimulai sejak tanaman lebih muda.
Penyakit busuk akar yang disebabkan oleh jamur Helminthosporium sigmoideum.
Serangan jamur Helminthosporium sigmoideum dimulai dari adanya infeksi yang terjadi pada dekat permukaan air, masuk melalui pembengkakan dan kerusakan. Gejala awal adalah adanya bercak kehitam hitaman, gelap, bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelepah daun dan secara bertahap membesar. Akhirnya jamur menembus melalui batang padi dan melemahkan batang padi dan menyebabkan menjadi rebah.
Seperti pada tanaman lain penyakit akar tanaman padi juga sulit diobati.
Yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya dengan berbagai cara, diantaranya:
1.Jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan unsur Nitrogen (Urea)
2.Atur jarak tanam agar tanaman padi tidak terlalu lembab pangkal batangnya
3.Penambahan unsur Kalium untuk menguatkan batang.
4.Perbaiki drainase sehingga tanaman tidak selalu tergenang.
5.Menanam varietas padi yang tahan rebah (mempunyai bentuk tanaman padi yang tidak terlalu tinggi)
PENYAKIT BERGARIS PADA TANAMAN PADI (Pseudomonas setariae)
Pada hari ke 12 kemarin kita telah membahas tentang penyakit daun terbakar/ leaf scald pada tanaman padi, dan sekarang di hari yang 13 ini kita akan sedikit membahas tentang penyakit bergaris pada tanaman padi.
Gejala awal yang ditunjukkan oleh penyakit bergaris pada tanaman padi adalah adanya garis-garis membujur berwarna hijau gelap dekat pangkal pelepah daun dari bibit tanaman. Pada kondisi lembab bercak-bercak memanjang dan menyebar sepanjang pelepah dan pada helaian daun. Kemudian warna akan berubah menjadi coklat gelap. Bercak biasanya mempunyai panjang 3-10 cm dan lebar 0,5-1 mm. Tetapi bercak tersebut kadang-kadang menyatu membentuk garis-garis yang lebih lebar. Jika infeksi ringan bibit tetap bisa tumbuh namun akan tetap rusak dan jika infeksi berat menyerang akan menyebabkan bibit mati dan tanaman menjadi kerdil.
Gejala infeksi pada tanaman muda ditunjukkan oleh daun yang kaku tidak mau melipat dan dinamakan busuk pucuk. Jika hal tersebut terjadi dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Umumnya infeksi terjadi pada tanaman tua namun juga bisa terjadi pada tanaman singgang.
Penyakit bergaris pada tanaman padi disebabkan oleh bakteri Preudomonas setariae.
Untuk mengendalikan penyakit bergaris ini dapat dilakukan dengan beberap cara:
1.Menggunakan jarak tanam yang tidak terlalu rapat kalau perlu dengan dikombinasi dengan sistem jajar legowo
2.Perlakuan bibit yang manusiawi, tidak perlu dirompes dan dipotong akarnya
3.Penggunaan unsur Urea atau N yang tidak berlebih dan menambang unsur K.
4.Dengan bakterisida seperti agrept dan bakstosin.
PENYAKIT DAUN TERBAKAR (Rhyncosporium orizae)
Gejala dari penyakit daun terbakar atau Leaf Scald biasanya terjadi pada ujung daun tua . Namun dapat pula terjadi pada sepanjang pinggir dan bagian lain dari helaian daun. Bercak berbentuk bulat memanjang seperti berlian kadang seperti bercak-bercak yang basah dengan panjang 1-5 cm, lebar 0,5 cm.
Bercak berkembang sampai bentuk ellip yang besar dan bulat memanjang yang dilingkari oleh pita sempit yang gelap dan lingkaran coklat terang. Daun yang terinfeksi berat biasanya mengering dan berubah warna menjadi putih jerami dengan warna coklat dibagian tepinya dengan pendaerahan yang memudar.
Bercak bisa berkembang menutupi helaian daun. Untuk mengidentifikasi penyakit daun terbakar bisa dilakukan dengan mencelupkan potongan daun terinfeksi kedalam air yang jernih selama 5-10 menit. Jika keluar bahan seperti susu atau seperti asap timbul berarti penyakit hawar daun bakteri dan jika tidak keluar mareti seperti asap/ susu berarti penyakit daun terbakar.
Penyakit daun terbakar pada tanaman padi disebabkan oleh jamur Rhynchosporium oryzae.
Untuk mengendalikan penyakit daun terbakar pada tanaman padi dapat dilakukan dengan dengan beberapa cara:
1.Kurangi penggunaan urea dan tambahkan unsur K
2.Tambah jarak tanamnya dan gunakan sisten tanam jajar legowo
3.Bisa menggunakan fungisida kontak sebagai pencegahnya seperti Antracol, Dhitane, Vondozeb, Kocide dll. Namun hal tersebut merupakan alternatif terakhir dari berbagai macam pengendalian penyakit padi. Jangan gunakan jika belum ada gejala yang timbul.
PENYAKIT TUNGRO
Gejala penyakit tungro adalah berkurangnya jumlah anakan dan pertumbuhan yang kerdil. Helaian daun dan pelepah daun memendek. Helaian daun muda yang tidak menggulung dijepit oleh pelepah daun dan daun-daunnya terpuntir atau menggulung sedikit. Warna daun berubah menjadi kuning kemerah-merahan atau oranye mulai dari ujung daun-daun yang tua. Daun muda mungkin menjadi belang atau bergaris-garis hijau pucat. Malai tanaman yang terinfeksi biasanya kecil dan keluar tidak sempurna. Bulir-bulirnya tertutup bercak coklat dan beratnya kurang dibanding bulir normal.
Tanaman padi yang terinfeksi biasanya hidup hingga fase pemasakan. Pembungaan yang terlambat bisa menyebabkan tertundanya panen. Malai seringkali kecil, steril dan keberadaanya tidak sempurna. Tanaman tua yang terinfeksi bisa tidak menimbulkan gejala serangan sebelum panen tetapi gejala akan terlihat saat singgang yang tumbuh setelah panen.
Semakin muda umur tanaman yang terserag dan semakin rentang varietas padi maka semakin berat infeksi penyakit virus tungro ini. Tungro adalah penyakit virus padi yang paling penting di Asia Tropika. Serangannya dapat merusak pertanaman yang sangat luas dalam waktu yang singkat.
Penyakit tungro pada tanaman padi disebabkan oleh virus tungro. Penyakit ini ditularkan oleh hama wereng daun terutama wereng hijau (Nephotettix virescens) dan wereng zigzag.
Sebenarnya untuk mengendalikan penyakit ini cukup sulit karena serangannya yang cepat dan menyebar. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikannya:
1.Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular ketanaman yang sehat.
2.Rotasi dengan tanaman palawija dapat memutus siklus hidup wereng daun.
3.Kendalikan serangan wereng dengan cara tepat dan pergunakan insektisida yang terbaik untuk mengendalikan wereng.
PENYAKIT KERDIL HAMPA
Gejala utama penyakit kerdil hampa adalah saat awal pertumbuhan daun tanaman padi menjadi kasar/ bergerigi dan tidak teratur. Bagian tanaman yang kasar biasanya menguning, kecoklatan, rusak atau terpilin. Gejala pada tanaman dewasa adalah daun benderanya pendek, terpilin, salah bentuk atau kasar tak beraturan. Biasanya bulir padi pada tanaman yang terserang sedikit yang terisi. Tanaman padi sehat dan yang sakit mempunyai pertumbuhan yang sama pada awalnya namun pada saat fase generatif tanaman yang sakit akan tetap hijau dan mempunyai lebih banyak anakan daripada tanaman yang sehat. Sejalan dengan pertumbuhan tanaman maka makin lebih sedikit daun-daun bergerigi dan seringkali daun terpelintir pada pangkal helaian daun.
Melintirnya tulang daun akibat pertumbuhan keluar sel ploem pada helaian dan pelepah daun, khusunya pada sambungan antara helaian dan pelepah daun. Pembuluh daun yang berwarna kuning pucat atau putih sampai coklat gelap membengkak dengan panjang 1 mm sampai lebih 10 cm dan lebar 0,2-1 mm dan menonjol kepermukaan setinggi 0,1-1 mm. Selama fase akhir pertumbuhan gejalanya adalah pendek dan terpuntir, salah bentuk, atau daun benderanya bergerigi. Tanaman sakit sering berbunga terlambat dan malai muncul tidak sempurna. Tanaman sakit memiliki lebih banyak malai dan anakan bulir daripada tanaman yang sehat tetapi bulir yang terisi sedikit sekali.
Penyakit ini disebabkan oleh virus kerdil hampa yang penyebarannya ditularkan oleh hama wereng coklat (Nilaparvata lugens)
Untuk mengendalikan penyakit ini memang agak susah karena jika gejala sudah terlihat biasanya penyakit sudah terlanjur menyerang ke pertanaman. Satu-satunya jalan untuk mengendalikan penyakit ini adalah mencabut tanaman yang terserang dan memusnahkannya dengan dibakar. Cara pencegahan yang utama adalah mengendalikan serangga penularnya yaitu wereng coklat.
PENYAKIT KERDIL RUMPUT PADA PADI
Gejala utama penyakit kerdil rumput adalah tanaman yang terinfeksi sangat kerdil dan banyak anakannya sehingga menyerupai rumput. Daunnya sempit, pendek, kaku, hijau pucat dan kadang-kadang mempunyai bercak seperti karat. Kadangkala terdapat percabangan anakan dari buku batang tanaman padi yang terinfeksi. Tanaman yang terinfeksi biasanya bertahan sampai dewasa, tetapi hanya menghasilkan sedikit malai yang kecil berwarna coklat dan bulirnya hampa. Bila infeksi terjadi saat tanaman dewasa biasanya gejalanya tidak akan berkembang sebelum panen tetapi muncul pada singgangnya setelah panen.
Penyebab penyakit kerdil rumput adalah virus Kerdil Rumput. Virus ini disebarkan oleh hama wereng coklat (Nilaparvata lugens).
Untuk mengendalikan penyakit kerdil rumput cukup dengan mengendalikan vektor penularnya yaitu wereng coklat. Untuk mengendalikan wereng coklat Gerbang Pertanian telah menulis cara tepat mengendalikan hama wereng coklat dan insektisida terbaik untuk mengendalikan wereng coklat. Selain mengendalikan hama wereng coklat, jika penyakit kerdil rumput sudah terlihat gejalanya segera lakukan pemusnahan pada tanaman padi yang sudah terserang.
PENYAKIT BUSUK LEHER PADA PADI
Penyakit busuk leher pada tanaman padi disebabkan oleh Pyricularia oryzae . Pyricularia oryzae selain menyebabkan penyakit blas/ bercak belah ketupat ternyata juga dapat menyebabkan tangkai malai membusuk dan patah, penyakit ini biasa kita sebut busuk leher. Jika infeksi terjadi sebelum pengisian bulir dapat menyebabkan kehampaan bulir padi. Tidak hanya daun dan malai batang juga dapat terinfeksi sehingga batang padi membusuk dan rebah.
Jamur ini berkembangbiak cepat pada tanaman padi yang berjarak tanam rapat sehingga mempunyai kelembaban yang tinggi. Kecepatan pertumbuhan jamur tersebut juga akan semakin tinggi jika pemupukan tanaman padi menggunakan urea secara berlebihan.
Penyebaran penyakit bisa melalui benih, angin sisa tanaman padi dilapangan dan inang lainnya terutaman tanaman dari golongan graminae/ rerumputan.
Pengendalian yang dianjurkan :
1.Pemupukan yang seimbang dan penggunaan urea yang tidak berlebihan
2.Jarak tanam jangan terlalu rapat sehingga tanaman tidak tinggi kelembaban rendah.
3.Gunakan sistem tanam jajar legowo.
4.Kebersihan lahan harus dijaga terutama dari sisa tanaman dan inang yang sakit
5.Gunakan benih yang bebas penyakit
6.Fungisida seperti Folicur, Opus, Score, Anvile, Nativo, indar dll biasanya sudah efektif mengendalikan penyakit ini.
PENYAKIT BERCAK COKLAT PADA PADI
Penyakit bercak coklat pada tanaman padi mempunyai gejala selain adanya bercak terjadi terutama pada daun juga bisa terjadi pada tangkai, malai bulir dan batang. Bercak muda berbentuk bulat kecil berwarna coklat gelap. Bercak yang sudah tua berwarna coklat dengan pusat berwarna kelabu, dengan ukuran bercak 0,4-1 cm X 0,1-0,2 cm. Bercak yang khas pada daun adalah oval berbentuk dan berukuran seperti biji wijen. Bentuknya serupa dan relatif tersebar merata pada permukaan daun. Sebagian besar bercak mempunyai warna kuning disekelilingnya.
Penyakit bercak coklat pada tanaman padi disebabkan oleh jamur Helminthosporium oryzae atau Drechslera oryzae. Penyebaran penyakit ini disebabkan oleh benih yang terinfeksi, angin dan sisa tanaman yang terserang. Gulma jenis Leersia sp, Cynodon sp, Digitaria sp yang terinfeksi juga bisa menjadi penular penyakit bercak coklat.
Untuk mengendalikan penyakit ini dapat dilakukan dengan:
1.Penanaman varietas yang tahan
2.Gunakan benih yang sehat
3.Pemupukan yang berimbang dengan pemberian unsur K yang cukup
4.Sanitasi lahan
5.Pengolahan tanah yang sempurna
6.Pengairan dan drainase yang baik sehingga akar dapat tumbuh sempurna
7.Jarak tanam yang tidak terlalu rapat
8.Gunakan sistem legowo
9.Aplikasi fungisida sebagai seedtreatment dan dipertanaman. Gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb, ziram, klorotalonil dan tembaga hidroksida sebagai pencegah.
PENYAKIT BLAS
Gejala penyakit blas atau bercak belah ketupat adalah pada daun dan pelepah terdapat bercak-bercak berbentuk belah ketupat. Ukuran bercak sebesar 1-1,5 cm X 0,3-0,5 cm. Bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dengan pinggir berwarna coklat. Ukuran dan warna bercak dapat bervariasi sesuai dengan keadaan lingkungan, kerentanan tanaman dan umur bercak. Jika kondisi lingkungan lembab dan yang terserang adalah tanaman yang rentan maka bercak-bercak tersebut dapat menyatu dan menyebabkan rusaknya sebagian besar daun.
Penyakit blas/ bercak belah ketupat pada tanaman padi disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Jamur ini berkembangbiak cepat pada tanaman padi yang berjarak tanam rapat sehingga mempunyai kelembaban yang tinggi. Kecepatan pertumbuhan jamur tersebut juga akan semakin tinggi jika pemupukan tanaman padi menggunakan urea secara berlebihan.
Pyricularia oryzae juga dapat menyebabkan tangkai malai membusuk dan patah, penyakit ini biasa kita sebut busuk leher. Jika infeksi terjadi sebelum pengisian bulir dapat menyebabkan kehampaan bulir padi. Tidak hanya daun dan malai batang juga dapat terinfeksi sehingga batang padi membusuk dan rebah.
Penyebaran penyakit bisa melalui benih, angin sisa tanaman padi dilapangan dan inang lainnya terutaman tanaman dari golongan graminae/ rerumputan.
Pengendalian yang dianjurkan :
1.Tanam variatas yang tahan contoh IR 64 dan IR 48
2.Pemupukan yang seimbang dan penggunaan urea yang tidak berlebihan
3.Jarak tanam jangan terlalu rapat sehingga tanaman tidak tinggi kelembaban rendah.
4.Kebersihan lahan harus dijaga terutama dari sisa tanaman dan inang yang sakit
5.Gunakan benih yang bebas penyakit
6.Gunakan fungisida sebagai seed treatment maupun dipertanaman. Contoh: Folicur, Score, Anvil, Indar, dll. Untuk areal pertanaman bisa menggunakan fungisida kontak yang mempunyai spektrum lebih luas sebagai contoh adalah dithane, antracol, vondozeb dll.
Selengkapnya...

Senin, 11 April 2011

PERLUNYA NETWORK

Jejaring sangatlah diperlukan dalam berinteraksi, dari dunia pergaulan hingga dunia pekerjaan.
Menciptakan networking atau jejaring memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa jadi banyak di antara Anda yang masih merasa kesulitan untuk menciptakan jejaring di dunia kerja. Sebab, untuk menciptakan hingga memiliki jejaring yang benar-benar bagus dan berguna bagi diri Anda haruslah diikuti dengan kiat-kiat khusus. Berikut triknya:
1. Jadilah Pribadi Yang Terbuka & Menyenangkan
Untuk memulai membuat jejaring, Anda harus memulainya dari diri sendiri. Bersikap terbuka dan mengelola diri menjadi pribadi yang menyenangkan akan mendukung menemukan jejaring yang baik di sekeliling Anda.
Ketika pribadi Anda dirasakan sangat menyenangkan oleh orang-orang di sekitarnya, secara tak langsung Anda telah membuka diri untuk menjalin networking dengan orang lain. Orang-orang di sekitar pun akan dengan senang hati membuka dirinya untuk Anda. Sebelum mengharapkan orang lain mau menerima Anda, terimalah dulu kehadiran orang lain ke dalam dunia Anda, dan biarkan mereka mengenal Anda dengan baik.

2. Jabat Tangan, Penting Enggak Sih?
Mungkin banyak orang yang Anda temui tak pernah berjabat tangan dengan mantap. Apa maksudnya, ya? Mantap, artinya ketika berkenalan dengan orang, memberi ucapan selamat, atau sekadar menyapa, jabat tangan dilakukan dengan erat seraya menatap mata orang yang Adan jabat.
Bayangkan saja bila sedang bernegosiasi dengan klien besar, dan Anda menjabat tangannya dengan lemas atau seperti takut tertular penyakit tertentu, apa yang terjadi? Tentu Anda akan dicap sebagai orang yang minder, tak percaya diri, kurang mudah bergaul, dan tak memiliki integritas diri yang meyakinkan.
Jadi, tersenyum dan tataplah mata lawan bicara Anda ketika akan berjabat tangan dengannya. Tunjukkan, Anda adalah orang yang memiliki integritas diri yang baik, dapat dipercaya dan penuh percaya diri. Sehingga, ini juga akan menunjukkan, Anda sudah menghargai orang itu.
3. Ingat Namanya
Banyak kegagalan yang terajdi dalam menjalin networking yang diakibatkan oleh kelupaan mengingat nama seseorang yang baru saja ditemui dari ingatan Anda. Tak sedikit memang, yang memiliki kekurangan dalam hal mengingat nama orang ataupun rekan kerja/ rekan bisnis. Jadi, bila termasuk ke dalam kategori orang seperti ini, belajarlah untuk mengingat setiap nama seseorang yang baru berkenalan dengan Anda.
Biasakan untuk menyebutkan kembali nama orang yang barus aja bersapaan dengan Anda saat pertama kali. Lalu, buatlah ingatan-ingatan kecil di dalam benak yang bisa mengkaitkan ciri-ciri orang tadi dengan namanya. Sehingga, ketika Anda bertemu lagi dengan orang tadi, Anda akan ingat namanya.
4. Jadilah Pendengar Yang Baik
Jadilah pendengar yang baik pada setiap kesempatan mengobrol ataupun bertemu dengan rekan kerja atau rekan bisnis. Ataupun dengan orang-orang dilingkungan yang baru Anda temui. Semua orang pada dasarnya begitu senang untuk berbicara, terus dan terus. Sementara itu, sangat sedikit orang yang mau mendengarkan dengan tulus.
Nah, tunjukkan ketulusan Anda dalam membangun jejaring dengan menjadi pendengar yang baik. Ingat, harus secara tulus, karena ketidaktulusan akan terpancar dari mata dan cara pandang Anda, lho! Jika Anda tulus mendengarkan, kesempatan untuk terus masuk ke dalam jejaring yang Anda maksud akan makin terbuka lebar. Jadilah pendengar yang baik mulai saat ini!
5. Kumpulkan Daftar Koneksi
Di dalam dunia kerja atau bisnis, Anda perlu membuat daftar koneksi yang dimiliki. Entah itu koneksi yang dimulai dari persahabatan, pertemanan, atau hanya sekadar teman yang punya hobi sama. Dengan membuat daftar ini, Anda akan tahu siapa saja yang berada dalam daftar jejaring, atau yang belum masuk ke dalam daftar jejaring Anda.
Kemudian, Anda akan mengetahui langkah berikutnya yang harus dilakukan. Jangan pernah memilah koneksi yang dimiliki seperti sedang memilih barang pecah belah dipasar swalayan. Semua orang pasti memiliki potensi dan nilai positif yang berguna bagi diri Anda.
Misalnya saja, Anda seorang manajer pemasaran, jangan membuka jejaring dengan para manajer saja. Jalinlah juga dengan orang-orang yang mungkin saja kedudukannya masih di bawah Anda. Siapa tanhu, di masa depan merekalah yang justru berperan di dalam kesuksesan diri Anda. Jadi, bukalah koneksi dari beragam bidang, posisi, kalangan, juga profesi.
6. Hindarilah Jejaring Negatif
Ingat, jejaring bukan sekadar kumpulan dari beratus-ratus atau beribu-ribu teman yang Adan miliki sejak zaman sekolah dulu. Jejaring memiliki makna dan arti lebih luas dan dalam. Terkadang, Anda pasti merasa rancu, apakah teman-teman di saat ini bisa dikatakan atau dijadikan sebagai jejaring Anda.
Tak semua teman bermain adalah bagian dari jejaring yang baik untuk Anda. Pilihlah kumpulan jejaring yang dipenuhi potensi dan nilai positif yang akan menunjang kepositifan pada diri Anda. Hindari untuk masuk ke dalam jejaring yang negatif, yang tak berguna bagi kemajuan Anda. Misalnya, teman yang bisanya hanya hura-hura saja, tanpa menghasilkan nilai positif bagi kemajuan Anda, maupun bagi dirinya sendiri. Jadi, pandai-pandailah memilih jejaring, ya!
7. Bersikaplah Positif & Jaga Bicara
Pasti semua orang akan senang jika selalu terhubung dengan hal-hal positif. Jadi, mulailah tebarkan hal-hal positif untuk orang-orang sekitar, maupun ke dalam jejaring yang baru saja Anda bentuk. Selain itu, jaga cara dan sikap bicara Anda. Sampaikan kepada lawan bicara, Anda adalah orang yang sopan, santun dalam bersikap dan dapat menghargai.
Jangan bersikap sok tahu, apalagi memotong pembicaraan lawan bicara dengan cara tak sopan, bersuara keras, atau bahkan sambil mengayun-ayunkan jemari ke depan hidung lawan bicara Anda. Bisa dipastikan, bila sikap Anda demikian, maka lawan bicara tadi akan cepat hilang dari daftar jejaring Anda. Rugi, bukan? Jadi, mari jalin jejaring yang positif dan membangun!
Selengkapnya...

Jumat, 08 April 2011

MENGATASI ULAT PENGGEREK BATANG


Salah satu permasalahan utama pada budidaya tanaman seperti mangga, jambu air dan yang lainnya adalah adanya serangan Ulat penggerek batang. Ulat jenis ini disebut Rhitydodera simulans yang biasanya menyerang ranting maupun cabang hingga batang utama dapat mengalami kematian yang ditandai dengaan gejala awal daun yang menguning. Pohon mangga merupakan tanaman yang paling sering mengalami serangan.
Pengendalian ulat hama penggerek batang ini dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik pengendalian, seperti:
• Lakukan monitoring fenologi pertumbuhan tanaman dengan tujuan mengetahui fase kritis mulai adanya serangan, yaitu saat fase tunas
• Aplikasi insektisida berbahan aktif imidakloprid pada saat fase kritis (tunas) dengan interval 1 minggu
• Bila ada serangan dengan ditandai oleh adanya lubang pada ranting/cabang dapat dilakukan pengendalian tahap pertama menggunakan teknik injeksi insektisida kontak
• Bila serangan masih berlanjut ditandai dengan adanya kotoran yang keluar dari lubang maka dilakukan pemangkasan sampai sekitar 10 cm di bawah bekas gerekan terbaru tanpa menunggu bagian tanaman tersebut kering.

Campuran Insektisida kontak dan DI GROW GREEN
Insektisida kontak seperti decis dapat digunakan untuk membasmi hama penggerek batang dengan cepat. yaitu dengan cara menginjeksi larutan decis langsung pada lubang yang dibuat oleh ulat penggerek batang tersebut. Untuk menginjeksi larutan decis diperlukan alat tambahan berupa spet jarum suntik yang dapat diperoleh di apotik.
Larutkan decis sesuai kebutuhan dengan DI GROW GREEN
sebanyak 10 cc ke dalam 1 liter air. Masukkan larutan kedalam spet dan injeksikkan kedalam lubang yang dibuat oleh ulat penggerek batang.
Posisi ulat berada dapat diketahui dari lubang yang aktif digunakan untuk pembuangan kotoran ulat penggerek tersebut, dari lubang inilah injeksi larutan dapat dilakukan. Dengan dosis yang tepat, ulat penggerek akan mati dalam hitungan menit.
Keselamatan kerja adalah hal utama yang patut diperhatikan ketika kita berhubungan dengan bahan kimia beracun, Untuk ini pastikan anda menggunakan sarung tangan karet ketika mengaplikasikan penanganan dan penggunaan larutan. Injeksikan larutan secara perlahan untuk menghindari menyemburnya larutan dari lubang lainnya yang mungkin dapat mengenai mata kita.

Sabun Cuci
Selain menggunakan insektisida kontak, larutan yang terbuat dari campuran sabun bubuk deterjen dan air dapat juga digunakan untuk membasmi ulat penggerek batang. Larutkan 1/2 sendok teh sabun bubuk deterjen dalam 1 gelas kemasan air mineral atau setara dengan 240ml air kemudian injeksikan larutan kedalam lubang ulat penggerek. Pastikan larutan tidak kembali mengalir keluar dengan tidak mencabut spet injeksi pada lubang selama sekitar 10 menit.
Kerja larutan sabun deterjen tidaklah seefektif insektisida, untuk ini pengamatan terhadap hasil kerja perlu dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Bila didapati lubang masih mengeluarkan kotoran maka aplkasi dapat diulangi lagi.

Tutup Lubang
Setelah ulat penggerek batang dipastikan sudah mati, lubang pada permukaan batang eks serangan ulat perlu ditutup untuk mencegah lubang menjadi sarang serangga lainnya. Lubang dapat disumbat dengan pasak potongan kayu atau parafin.
Selengkapnya...

Kamis, 07 April 2011

PEMBUNUH BARU BERNAMA "BLENDOK"

Kondisi yang sudah pernah terjadi sebelumnya kini sepertinya dating lagi. Para pekebun jeruk di Sumatera Utara, Riau, Lampung dan lainnya kembali resah dengan hadirnya serangan citrus vein phloem degeneration (CVPD), tetapi Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor menemukan fakta lain.

Total luasan lahan jeruk seluas 63.431 Ha di tanah air terancam penyakit yang tidak disadari, banyak pihak mengatakan itu adalah serangan CVPD karena gejalanya hampir mirip yakni daun menguning, kerdil, lalu rontok. Serangan yang pelan tetapi sangat mematikan. Tanaman akan mati 1-3 tahun semenjak tanaman terserang pertama kali, tergantung bagian tanaman mana yang terserang terlebih dahulu. Apabila batang utama tanaman yang terserang maka tanaman akan mati paling lama setahun setelah terinfeksi. Jika cabang atau ranting yang terserang maka tanaman jeruk akan mati 3 tahun setelah terserang.

Kondisi Iklim

Fakta yang ditemukan dilapangan menunjukkan bukan serangan CVPD kali ini yang menyerang tanaman jeruk para petani, tetapi penyakit blendok oleh cendawan Botryodiploida theobromae. Gejala serangan berupa bercak kebasahan pada batang, cabang ataupun ranting, yang diikuti kulit akan pecah dan mengeluarkan cairan seperti lem berwarna cokelat pada bagian tanaman yang terserang. Pada CVPD tidak ditemukan luka di batang dan cabang yang mengeluarkan lender. Sebenarnya blendok bukanlah penyakit baru pada tanaman jeruk. Serangannya telah terdeteksi sejak puluhan tahun silam hanya saja pada saat itu blendok dianggap tidak berbahaya dibanding CVPD. Di duga akibat perobahan iklim sepanjang tahun 2009 hingga sekarang yang cenderung basah menjadikan penyakit blendok semakin mengganas. Penularan penyakit ini di duga melalui percikan air dari tanah sehingga curah hujan yang tinggi akan semakin mempercepat penularan penyakit ini. Sehingga acap kali kebun-kebun jeruk yang bebas gulma lebih cepat terserang, sementara kebun yang ditumbuhi rumput-rumput relative lebih aman. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang juga dapat mempercepat penularan penyakit ini. Pupuk kandang yang masih mentah masih mengalami dekomposisi sehingga suhu di sekitar batang meningkat dan membuat tanaman stress. Pupuk kandang mentah juga mengundang siput yang akan menyerang batang hingga batang luka. Di saat batang luka lah mudah dimasuki botryodiploida.

Kini blendok layak disebut sebagai emerging disease karena belum disadari tapi terus berkembang dan mematikan. Jika penanganan terhadap penyakit tidak tepat maka pekebun jeruk Indonesia bersiap menghadapi satu masalah berat lagi, seperti pada saat terjadinya serangan besar-besaran oleh virus CVPD.

Ada beberapa teknik pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, antara lain lakukan penyiraman sekitar tajuk pohon dengan cairan PGPR (plant growth promoting rhizobacteria) dengan dosis 5 cc per liter air agar tanaman resisten terhadap cendawan. Volume cairan 2-5 liter per tanaman diberikan 2 kali dalam setahun untuk pencegahan dan 4 kali dalam setahun untuk pemulihan, sebelumnya cabang yang sudah terserang potong dan bakar. Sebaiknya hindarkan penggunaan pupuk kandang yang belum matang dan untuk lebih amannya sebaiknya pergunakan pupuk organik tabur seperti Pupuk organik Green Botane. Sementara untuk batang yang sudah terserang dapat diatasi dengan membuat fungisida sendiri yakni bubur bordo yang merupakan campuran dari terusi, kapur dan air. Oleskan bubur bordo yang baru dibuat. Biasanya dalam 1-2 minggu luka akan mongering.

Secara detailnya penanganan yang harus dilakukan adalah :

Lakukan penanaman LCC (legume cover crop) di areal kebun jeruk

Lakukan pemberian pupuk organic tabur Green Botane disekitar tajuk pohon dengan dosis 300 kg per Ha 2 kali setahun.


Siram dengan cairan PGPR (plant growth promoting rhizobacteria) 5 cc per liter air dengan volume larutan 2-5 liter per pohon 2 kali setahun untuk pengendalian dan 4 kali setahun untuk pemulihan

Lakukan penyemprotan Pupuk organik plus DI GROW GREEN dengan dosis 100 cc per 15 liter air di tajuk tanaman setiap bulan agar tanaman tidak stress dan pertumbuhan tunas baru bisa dirangsang kembali, kemudian pada saat bunga sudah keluar lakukan penyemprotan Pupuk organic plus DI GROW RED dengan dosis 150 cc per 15 liter air agar pertumbuhan bunga dan buah bisa menjadi maksimal.

Selengkapnya...

 
x -->